copy from fb...
Paderi
Terpaksa Buka Rahsia
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja
menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang
diberi nikmat oleh Allah berupa pendidika agama Islam bahkan dia mampu
mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada
di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk
Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan
di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang
terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke
dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu
pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri
untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak
terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, ‘Di tengah kita ada
seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.’ Pemuda Arab itu tidak bergerak
dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun
dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata,
‘Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.’ Barulah
pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang
paderi, ‘Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?’Paderi itu menjawab,
‘Dari tanda yang terdapat di wajahmu.
Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun,
paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa
pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan
agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.
Paderi berkata, ‘Aku akan mengajukan kepada
anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.
Si pemuda tersenyum dan berkata, ‘Silakan!’
Sang paderi
pun mulai bertanya,:
‘Sebutkan
satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat
yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh
yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada
sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua
belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat
belasnya.’
‘Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun
tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang
diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan
Allah dengan tanpa ayah dan ibu!’
‘Siapakah yang tercipta dari api, siapakah
yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang
tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang
terpelihara dari batu?’
‘Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan
dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di
bawah sinaran matahari?’
Mendengar
pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca ‘Bismillah…’ dia berkata,:
Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..
Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang.
Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda
(kebesaran kami).’ (Al-Isra’: 12).
Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang
dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak
kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil,
Zabur dan al-Qur’an.
Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima
waktu.
Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika
Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang
tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, ‘Yang telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.’ (Al-Mulk: 3).
Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat
pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan malaikat-malaikat berada
di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung
‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.’ (Al-Haqah: 17).
Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat
yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin
topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah
Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, ‘Barang siapa yang berbuat kebaikan maka
untuknya sepuluh kali lipat.’ (Al-An’am: 160).
Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah
Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, ‘Dan (ingatlah) ketika
Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan
tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.’ (Al-Baqarah: 60).
Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah
jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak
mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan waktu subuh
apabila fajarnya mulai menyingsing.’ (At-Takwir: 18)
Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang
menelan Nabi Yunus AS.
Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam
surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada
ayahnya, ‘Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.’
Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ‘Tak ada cercaan
terhadap kamu semua.’ Dan ayah mereka Ya’qub berkata, ‘Aku akan memohonkan
ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.’ (Yusuf:98)
Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia
sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, ‘Sesungguhnya sejelek-jelek
suara adalah suara keldai.’ (Luqman: 19).
Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan
ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis,
yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah
Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, ‘Wahai api dinginlah dan selamatkan
Ibrahim.’ (Al-Anbiya’:69).
Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta
Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang
terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
Sesuatu yang
diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya Wanita,
sebagaimana firman Allah s.w.t. ‘Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu
sangatlah besar.’ (Yusuf: 28).
Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap
ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan
dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah
Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga
dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.
Paderi dan
para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian
dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada
paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh
paderi.
Pemuda ini berkata,:
‘Apakah kunci
surga itu?’
Mendengar
pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa
wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak
berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.
Mereka berkata, ‘Anda telah melontarkan 22
pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma
satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!’
Paderi
tersebut berkata, ‘Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian
marah.’
Mereka
menjawab, ‘Kami akan jamin keselamatan anda.
Paderi pun
berkata,:
‘Jawapannya
ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah , Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.
Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di
gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim
yang bertakwa .
Tiada ulasan:
Catat Ulasan